Soal Jawab: Ongkos Naik Haji Dengan Sistem MLM

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum
saya tadi siang baru menghadiri presentasi PT. MPM  yang menawarkan naik haji dengan hanya membayar Rp. 2.250.000. dengan sistem jaringan (yg menurut saya tetap sama dengan MLM). Mhn ustadz jelaskan hukum sistem tersebut.

Mario Martadinata

Jawaban:
Wa’alaikumussalam
Memang dewasa ini bermunculan berbagai macam ragam jenis jual beli dan bisnis yang menggiurkan dan mengajak seorang untuk duduk berdiam diri namun uang terus mengalir. Tidak peduli dari mana asalnya dan bagaimana mendapatkannya. Seiring dengan itu berbagai nama dan merek dagangpun bermunculan baik yang mengatasnamakan syari’at atau tidak.

Ingin naik haji dengan sangat murah, diiming-imingi tawaran menggiurkan hanya dengan Rp 2.25,0.000; ini seperti mimpi. Apabila itu benar tentunya semua orang islam yang ingin haji nggak usah nabung untuk naik haji cukup dengan ikut MLM ini. Sistem Multi Level Marketing (at-Taswieq Muta’addid ath-Thobaqaat) atau Network Marketing (at-Taswieq asy-Syabaki) yang beroperasi sesuai dengan Pyramid scheme (at-Tanzhim al-Harami). Jenis marketing seperti ini nampaknya merupakan rekayasa perniagaan (Business Fraud).

Sistem pyramide/ Pyramid Scheme ini telah mendapatkan perhatian serius dari para ulama dan juga pakar bisnis ekonomi dunia. Ternyata kesimpulannya banyak yang memperingatkan bahaya jenis bisnis ini karena berisi suatu yang memperdaya (taghrier) para pengikutnya, lalu menjadikan mereka memiliki kekayaan yang singkat dan cepat sebagai imbalan dari pembayaran yang sedikit dan terbatas. Namun akhirnya harta tersebut masuk semuanya kepada pemilik perusahaan dan bisnis ini. Sedangkan anggotanya tidak mendapatkan kecuali fatamorgana.

Oleh karena itu banyak sekali peraturan perundangan dari banyak Negara yang melarang sistem pyramid (Pyramid Scheme) dengan semua bentuknya. Demikian juga perangkat resmi banyak Negara memperingatkan masyarakat dari terjerumus dalam perangkap jaringan bisnis seperti ini setelah dibungkus dengan bentuk yang sangat menarik dengan propaganda bahwa ini adalah kesempatan pemasaran produksi yang berguna bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan atau lainnya.

Nah, tentang jelasnya permasalahan ini kami sedang menulis dan mudah-mudahan dapat dicetak dalam waktu dekat.

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
[Tanya-jawab ini juga dipublikasikan di milis fatwa  pengusahamuslim.com]

Kirim Komentar




13 Komentar

  • Bagaimana pula dengan naik haji dengan cara arisan ? Di tempat saya ada beberapa orang yang mengadakan arisan naik haji , Pertama2 nama2 mereka (anggota ) di undi selayaknya sebuah arisan pada umumnya untuk menentukan urutan2 atau siapa anggota2 yang berangkat duluan , setiap tahun mereka berangkatkan 2-3orang dengan urutan2 berdasarkan undian di awal.Jadi setiap anggota membayar sejumlah tertentu sesuai kesepakatan untuk membiayai mereka yang mendapatkan giliran berangkat.

    Reply
  • Ass. Numpang saran.. baik nya dikaji juga sistem network yg menggunakan schema non phiramid seperti binari dsb. Tidak semua networking merugikan member atau hanya memperkaya pemiliknya..
    Sebenarnya bisnis apapun tidak bisa lepas dari yg namanya Network, bisnis tdk akan jalan kalo tdk ada jaringan yg mendukungnya. semoga bermanfaat

    Reply
  • Saya adalah salah satu member dari sebuah travel haji dan umroh dengan menggunakan sistem jaringan(atau yang biasa orang menyebutnya MLM). Caranya, Untuk melaksanakan niat haji atau umroh tsb saya bisa membayar secara Cash maupun kredit. Apabila secara kredit saya bisa membayar DP terlebih dahulu senilai Rp. 3,5 juta atau USD 350. Kemudian saya dapat mencicil hingga lunas tanpa batas waktu. Apabila saya menyampaikan ttg travel ini kepada orang lain dan orang tersebut berniat melaksanakan haji atau umroh dg membayar cash maupu secara kredit dengan menggunakan jasa travel kami maka saya akan mendapatkan komisi secara berkesinambungan. Pertanyaan, apakah bisnis dg cara ini atau mencari nafkah dg cara ini serta upaya untuk melaksanakan ibadah haji/umroh seperti ini dapat dibenarkan??????.
    Mohon bantuannya.

    Reply
  • ustadz bagaimana hukumnya naik haji dengan pinjam uang di bank, yang diasuransikan. artinya seandaikan ada sesuatu yang terjadi yang tidak diinginkan /meninggalkan . kita tidak meninggalkan hutang kepada ahli waris.

    Reply
    • ustadz bagaimana hukumnya naik haji dengan pinjam uang di bank, yang diasuransikan. artinya seandaikan ada sesuatu yang terjadi yang tidak diinginkan /meninggalkan . kita tidak meninggalkan hutang kepada ahli waris. Pinjam uangnya tersebut di Bank Syariah.

      Reply
  • asalamualaikum ustat,bagamana jika saya meminta sumbangan untuk membnagun perusahan yang ingin saya bangun ?haram ,halal? atau apakah ustat mau menyumbang kepada saya 50.000 iklas tapi ustat kalo tidak bisa ya cukup 5000,klau tidak bisa 1000 terimakasih ustat mohon saran ?asalamualaikum.

    Reply
  • aslm…ok tlng di email ke saya utk program dan no contact us nya? trims.

    Reply
  • klo mlm yg nggak piramid gmn hukumnya ustadz? Di indonesia sendiri sdh ada 5 mlm yg mendpt sertifikasi syariah dr MUI.

    Reply
  • perlu diketahui,, tidak semua MLM bersistem Pyramid,,,gak bisa di samaratakan…MLM sistem Pyramid pun tidak akan di approval oleh APLI (asosiasi penjualan langsung Indonesia, jeleknya nama MLM karena si pelaku penyimpangan sistem ini tau betul potensi bisnis ini memang besar…jadi kl mau berbisnis MLM,, lihat list yg terdaftar di APLI…

    Reply
  • Assalamualaykum warahmatullah
    Afwan izin share.

    Reply
  • Apa bedanya MLM dengan money game??
    Karena stahu saya masalah yg disebutkan diatas tergolong pada money game bukan MLM.
    Setahu saya jika money game itu pihak yg paling atas, yg modalnya paling banyak mendapatkan untung yg banyak juga dan yg pihak bawah akan makin terjepit. Jika MLM, yg dibawahnya bisa lebih unggul dari yg diatasnya.

    Reply
  • Quote tulisan diatas :
    Oleh karena itu banyak sekali peraturan perundangan dari banyak Negara yang melarang sistem pyramid (Pyramid Scheme) dengan semua bentuknya.

    pertanyaan ane?
    maaf bisa disebutkan contoh negara yg melarang system itu?
    biar akurat gak hanya asal ngomong karena menjual kebesaran nama kiyainya?

    Reply
  • diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “orang-orang dari generasiku adalah yang terbaik, kemudian generasi setelah mereka, dan generasi setelahnya. setelah itu akan muncul generasi yang kesaksiannya (syahadat) mendahului sumpah (fatwa) mereka dan sumpahnya (fatwa) mendahului kesaksian mereka (syahadat)”. (HR : BUkhari)

    HATI2 AKAN GENERASI INI!

    Reply