<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Khulu&#8217; Cerai atau Fasakh?</title>
	<atom:link href="http://ekonomisyariat.com/fikih-umum/khulu-cerai-atau-fasakh.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-umum/khulu-cerai-atau-fasakh.html</link>
	<description>Meniti Syariat Kembangkan Ekonomi Umat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 May 2011 09:24:56 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ting tang tang</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-umum/khulu-cerai-atau-fasakh.html/comment-page-1#comment-210</link>
		<dc:creator>ting tang tang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 23:32:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=264#comment-210</guid>
		<description>Mau tanya pak ustad,jika seandai ada 2 org menikah, akad pertama misal ikut madzhab hanafi tapi beberapa bulan/tahun ingn ikut madzhab syafie, apakah boleh?Apakah akad yg pertama rusak?Mohon penjelasannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tanya pak ustad,jika seandai ada 2 org menikah, akad pertama misal ikut madzhab hanafi tapi beberapa bulan/tahun ingn ikut madzhab syafie, apakah boleh?Apakah akad yg pertama rusak?Mohon penjelasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: budi</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-umum/khulu-cerai-atau-fasakh.html/comment-page-1#comment-141</link>
		<dc:creator>budi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 03:10:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=264#comment-141</guid>
		<description>ijin copas en share artikel2 nya ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijin copas en share artikel2 nya &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abufakhri</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-umum/khulu-cerai-atau-fasakh.html/comment-page-1#comment-134</link>
		<dc:creator>abufakhri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 07:41:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=264#comment-134</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr Wb

saya ingin bertanya terkait tema di atas;

1. Pengertian khulu&#039; secara bahasa &amp; syar&#039;i

2. Hadits Ibnu Abbas radliallahu’anhuma dalam shahih Bukhari (no. 5273, 5374, 5275, 5276). Disebutkan bahwasanya istri Tsabit bin Qais bin Syamas datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam lalu menyatakan keinginannya untuk berpisah dengan suaminya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam menyuruhnya untuk mengembalikan kebun yang pernah diberikan kepadanya dan memerintahkan Tsabit untuk menerima pengembalian tersebut dan menceraikan istrinya. 

Jazakumullah khair....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>saya ingin bertanya terkait tema di atas;</p>
<p>1. Pengertian khulu&#8217; secara bahasa &amp; syar&#8217;i</p>
<p>2. Hadits Ibnu Abbas radliallahu’anhuma dalam shahih Bukhari (no. 5273, 5374, 5275, 5276). Disebutkan bahwasanya istri Tsabit bin Qais bin Syamas datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam lalu menyatakan keinginannya untuk berpisah dengan suaminya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam menyuruhnya untuk mengembalikan kebun yang pernah diberikan kepadanya dan memerintahkan Tsabit untuk menerima pengembalian tersebut dan menceraikan istrinya. </p>
<p>Jazakumullah khair&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

