<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Gadai dalam Islam</title>
	<atom:link href="http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html</link>
	<description>Meniti Syariat Kembangkan Ekonomi Umat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 May 2011 09:24:56 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ekonomi islam</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-202</link>
		<dc:creator>ekonomi islam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 13:12:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-202</guid>
		<description>ustazd..
ijin share ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ustazd..<br />
ijin share ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oReo</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-184</link>
		<dc:creator>oReo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 12:57:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-184</guid>
		<description>makasih ya,,

artikenya sangat membantu..

kebetulan aku lagi bantu adeek-ku nyari tugasnya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih ya,,</p>
<p>artikenya sangat membantu..</p>
<p>kebetulan aku lagi bantu adeek-ku nyari tugasnya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abah tony</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-182</link>
		<dc:creator>abah tony</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 09:51:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-182</guid>
		<description>Assalamu&#039;alikum
saya mohon jawaban tentang permasalahan yang akan saya hadapi:
saya akan berinvestasi dengan cara membeli emas batangan lalu saya gadaikan ke bank syariah dengan kewajiban membayar administrasi pergramnya dan biaya titip sebesar Rp.1.300 per gramnya per 10 hari.sedangkan taksiran bank untuk logam mulia adalah sebesar 93%, maka uang tersebut kami gunakan untuk membeli emas lagi dengan ditambah modal lalu digadaikan lagi sampai ssi modal.
pada bulan keempat saya ambil emas saya dg harapan dapat selisih harga emas sekarang dengan kewajiban gadai...
menurut yang sudah berinvestasi (sudah jalan ) akan mendapatkan selisih lebih cukup signifikan.
pertanyaannya : apakah jenis investasi ini HALAL / HARAM.
Mohon dijawab untuk memberikan kepastian dalam investasi halal / haram

Wassalamu&#039;alaikum

abah tony</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alikum<br />
saya mohon jawaban tentang permasalahan yang akan saya hadapi:<br />
saya akan berinvestasi dengan cara membeli emas batangan lalu saya gadaikan ke bank syariah dengan kewajiban membayar administrasi pergramnya dan biaya titip sebesar Rp.1.300 per gramnya per 10 hari.sedangkan taksiran bank untuk logam mulia adalah sebesar 93%, maka uang tersebut kami gunakan untuk membeli emas lagi dengan ditambah modal lalu digadaikan lagi sampai ssi modal.<br />
pada bulan keempat saya ambil emas saya dg harapan dapat selisih harga emas sekarang dengan kewajiban gadai&#8230;<br />
menurut yang sudah berinvestasi (sudah jalan ) akan mendapatkan selisih lebih cukup signifikan.<br />
pertanyaannya : apakah jenis investasi ini HALAL / HARAM.<br />
Mohon dijawab untuk memberikan kepastian dalam investasi halal / haram</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum</p>
<p>abah tony</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnu rasyiiah</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-181</link>
		<dc:creator>Ibnu rasyiiah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 08:18:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-181</guid>
		<description>asalammualaikum,
Artikel sangat bagus dan jelas.
dengan ini saya sampaikan,
terimakasih atas ke pedulian tuan.
terhadap pendidikan_
khususnya dlm pendidikan islam..
moga amal niat baik tuan.
di balas oleh ALLAH S.W.T_</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asalammualaikum,<br />
Artikel sangat bagus dan jelas.<br />
dengan ini saya sampaikan,<br />
terimakasih atas ke pedulian tuan.<br />
terhadap pendidikan_<br />
khususnya dlm pendidikan islam..<br />
moga amal niat baik tuan.<br />
di balas oleh ALLAH S.W.T_</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: layla</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-172</link>
		<dc:creator>layla</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 05:22:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-172</guid>
		<description>bolehkah tanah kosong kita gadai untuk ditanami yang manfaatnya kita nikmati sendiri,( semua pengolahan sampai perawatan kita yang menangani )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bolehkah tanah kosong kita gadai untuk ditanami yang manfaatnya kita nikmati sendiri,( semua pengolahan sampai perawatan kita yang menangani )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ita Syatila Husna</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-163</link>
		<dc:creator>Ita Syatila Husna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 09:24:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-163</guid>
		<description>TERIMAKASIH, ARTIKEL YANG SANGAT BERMANFAAT...:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TERIMAKASIH, ARTIKEL YANG SANGAT BERMANFAAT&#8230;:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ainain</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-154</link>
		<dc:creator>ainain</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 08:58:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-154</guid>
		<description>maaf ada yang salah

1. Kalau orang yang menggadaikan emas (rahin) tidak mampu membayar atau melunasi pinjaman setelah jatuh tempo maka orang yang memberi pinjaman (murtahin) boleh menagih utang kepada rahin, kalau tidak bisa maka rahin boleh meminta murtahin untuk menjual emasnya untuk melunasi utangnya.

yang benar murtahin boleh meminta rahin untuk menjual emasnya dengan tujuan untuk melunasi utangnya rahin (orang yang menggadaikan barang)

Wallohua&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf ada yang salah</p>
<p>1. Kalau orang yang menggadaikan emas (rahin) tidak mampu membayar atau melunasi pinjaman setelah jatuh tempo maka orang yang memberi pinjaman (murtahin) boleh menagih utang kepada rahin, kalau tidak bisa maka rahin boleh meminta murtahin untuk menjual emasnya untuk melunasi utangnya.</p>
<p>yang benar murtahin boleh meminta rahin untuk menjual emasnya dengan tujuan untuk melunasi utangnya rahin (orang yang menggadaikan barang)</p>
<p>Wallohua&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ainain</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-153</link>
		<dc:creator>ainain</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 08:56:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-153</guid>
		<description>@ Anto mengatakan : &quot;Saya ingin menanyakan perihal praktek GADAI EMAS yang ada di pegadaian, bank baik syariah maupun konvensional. Ketika seseorang menggadaikan emas/perhiasan, maka ada jatuh tempo sekitar 4 bulan. Dan apabila telah jatuh tempo dan si peminjam tdk bisa melunasinya, maka dia membayar biaya pemeliharaan/penitipan emas/perhiasannya. Apakah diperbolehkan sistem spt ini?&quot;

1. Kalau orang yang menggadaikan emas (rahin) tidak mampu membayar atau melunasi pinjaman setelah jatuh tempo maka orang yang memberi pinjaman (murtahin) boleh menagih utang kepada rahin, kalau tidak bisa maka rahin boleh meminta murtahin untuk menjual emasnya untuk melunasi utangnya.

2. Kalau rahin mampu melunasi utangnya sebelum jatuh tempo dan pihak murtahin masih meminta uang pemeliharaan emas maka saya tidak tahu hukumnya, mungkin ustadz Kholid bisa menjawabnya ??

atau kalau tidak salah (apa yang saya fahami dari uraian diatas) maka hal tersebut boleh seperti biaya penitipan barang.

Akan tetapi kalau kita baca penjelasan diatas maka yang benar biaya pemeliharaan barang gadai (ar rahn) adalah tanggung jawab rahin (orang yang menggadaikan barang)

Sebagaimana pernyataan Syekh al-Basam “Menurut kesepakatan ulama, biaya pemeliharaan barang gadai dibebankan kepada pemiliknya.”

Wallahua&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Anto mengatakan : &#8220;Saya ingin menanyakan perihal praktek GADAI EMAS yang ada di pegadaian, bank baik syariah maupun konvensional. Ketika seseorang menggadaikan emas/perhiasan, maka ada jatuh tempo sekitar 4 bulan. Dan apabila telah jatuh tempo dan si peminjam tdk bisa melunasinya, maka dia membayar biaya pemeliharaan/penitipan emas/perhiasannya. Apakah diperbolehkan sistem spt ini?&#8221;</p>
<p>1. Kalau orang yang menggadaikan emas (rahin) tidak mampu membayar atau melunasi pinjaman setelah jatuh tempo maka orang yang memberi pinjaman (murtahin) boleh menagih utang kepada rahin, kalau tidak bisa maka rahin boleh meminta murtahin untuk menjual emasnya untuk melunasi utangnya.</p>
<p>2. Kalau rahin mampu melunasi utangnya sebelum jatuh tempo dan pihak murtahin masih meminta uang pemeliharaan emas maka saya tidak tahu hukumnya, mungkin ustadz Kholid bisa menjawabnya ??</p>
<p>atau kalau tidak salah (apa yang saya fahami dari uraian diatas) maka hal tersebut boleh seperti biaya penitipan barang.</p>
<p>Akan tetapi kalau kita baca penjelasan diatas maka yang benar biaya pemeliharaan barang gadai (ar rahn) adalah tanggung jawab rahin (orang yang menggadaikan barang)</p>
<p>Sebagaimana pernyataan Syekh al-Basam “Menurut kesepakatan ulama, biaya pemeliharaan barang gadai dibebankan kepada pemiliknya.”</p>
<p>Wallahua&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anto</title>
		<link>http://ekonomisyariat.com/fikih-ekonomi-syariat/gadai-dalam-islam.html/comment-page-1#comment-114</link>
		<dc:creator>anto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 09:52:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ekonomisyariat.com/?p=243#comment-114</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum 
Artikel yang sangat bermanfaat. Saya ingin menanyakan perihal praktek GADAI EMAS yang ada di pegadaian, bank baik syariah maupun konvensional. Ketika seseorang menggadaikan emas/perhiasan, maka ada jatuh tempo sekitar 4 bulan. Dan apabila telah jatuh tempo dan si peminjam tdk bisa melunasinya, maka dia membayar biaya pemeliharaan/penitipan emas/perhiasannya. Apakah diperbolehkan sistem spt ini? 
Wassalam
Anto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Artikel yang sangat bermanfaat. Saya ingin menanyakan perihal praktek GADAI EMAS yang ada di pegadaian, bank baik syariah maupun konvensional. Ketika seseorang menggadaikan emas/perhiasan, maka ada jatuh tempo sekitar 4 bulan. Dan apabila telah jatuh tempo dan si peminjam tdk bisa melunasinya, maka dia membayar biaya pemeliharaan/penitipan emas/perhiasannya. Apakah diperbolehkan sistem spt ini?<br />
Wassalam<br />
Anto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

